KORELASI TINGKAT STRES DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA KOTA BANGKINANG
Keywords:
Tingkat Stres, Perilaku Merokok, Remaja, Cross Sectional, BangkinangAbstract
Latar Belakang: Perilaku merokok pada remaja merupakan masalah kesehatan global yang sering dikaitkan dengan tingkat stres. Prevalensi merokok remaja di Kota Bangkinang yang mencapai 23,5% lebih tinggi dari rata-rata nasional, sehingga perlu dikaji hubungannya dengan tingkat stres yang dialami remaja. Tujuan: Menganalisis korelasi antara tingkat stres dengan perilaku merokok pada remaja di Kota Bangkinang. Metode: Penelitian cross sectional dengan 386 responden remaja berusia 15-18 tahun di SMA Negeri dan Swasta Kota Bangkinang yang dipilih menggunakan proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan Perceived Stress Scale-10 (PSS-10) untuk mengukur tingkat stres dan modifikasi kuesioner Global Youth Tobacco Survey (GYTS) untuk perilaku merokok. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil: Mayoritas responden mengalami tingkat stres sedang (60,6%) dengan rata-rata skor PSS-10 sebesar 18,7 ± 6,4. Prevalensi perilaku merokok mencapai 25,1% dengan perbedaan signifikan antara laki-laki (35,9%) dan perempuan (14,1%). Terdapat korelasi positif yang signifikan antara tingkat stres dengan perilaku merokok (rs = 0,487; p < 0,001) dengan kekuatan korelasi sedang. Prevalensi merokok meningkat dari 9,2% pada kelompok stres rendah menjadi 53,7% pada kelompok stres tinggi. Kesimpulan: Terdapat korelasi positif yang signifikan antara tingkat stres dengan perilaku merokok pada remaja di Kota Bangkinang. Program intervensi perlu mengintegrasikan manajemen stres dan pengembangan keterampilan koping adaptif untuk mencegah perilaku merokok pada remaja.



