Determinan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD)

Authors

Keywords:

Dengue Fever, Knowledge, 3M Plus Action, Community Participation

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Dengue yang ditularkan dari orang ke orang melalui gigitan nyamuk Aedes, yang disertai sakit kepala, nyeri otot, sendi dan tulang, penurunan jumlah sel darah putih dan ruam-ruam biasa dimulai dengan demam ringan atau demam tinggi (>39˚C) yang tiba-tiba dan berlangsung selama 2-7 hari. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Riau tahun 2017, penderita demam dilaporkan sebanyak 1.928 kasus dan meninggal sebanyak 15 orang. Sedangkan di Pangkalan Kerinci sebanyak 56 orang positif mengalami Demam Berdarah Dengue. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara determinan kejadian demam berdarah dengue di Pangkalan Kerinci wilayah kerja Puskesmas Berseri Pangakalan Kerinci I Kabupaten Pelalawan Tahun 2018. Jenis penelitian ini adalah survei analitik, dengan desain case control. Teknik pengambilan sampel yang digunakan Adalah Non Probability dengan menggunakan teknik pencuplikan quota sampling. dengan sampel kasus sebanyak 70 orang dan sampel kontrol sebanyak 70 orang dengan jumlah sampel 140 orang. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat dan bivariat. Hasil penelitian menunjukan ada hubungan signifikan antara pengetahuan (pvalue = 0,000), tindakan 3M Plus (pvalue = 0,001), partisipasi masyarakat (pvalue = 0,000) dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Berseri Pangkalan Kerinci. Tidak ada hubungan yang signifikan antara sikap dengan (pvalue = 1,000) dengan kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah kerja Puskesmas Berseri Pangkalan Kerinci. Diharapkan kepada petugas kesehatan untuk lebih meningkatkan pengetahuan masyarakat dengan memberi penyuluhan dan penyebaran leaflet tentang DBD agar dapat menekan angka kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD).

Downloads

Published

2025-12-30